Mustafi dan Euforia Naik Haji

arsenals-shkodran-mustafi-celebrates-after-the-game
Selebrasi Mustafi usai laga kontra Burnley (sumber gambar: mirror.co.uk)

Mencetak gol sudah menjadi kewajiban bagi para pesepakbola yang bermain di lini depan, lebih-lebih bagi seorang striker. Zlatan dan Higuain barangkali akan merasa puas tatkala gol demi gol yang mereka torehkan berhasil memperpanjang nafas kemenangan MU dan Juventus. Kepuasan mereka adalah hal wajar, seperti halnya kepuasan seorang mahasiswa tingkat akhir (baca: mahasiswa tua) ketika berhasil menyelesaikan skripsi yang merupakan kewajibannya.

Namun, ketidak warasan sepakbola berhasil membuktikan bahwa gol bukan semata-mata hanya dapat dicipta dari kaki seorang striker. Bahkan ada kalanya seorang pemain bertahan akan unjuk kebolehan; turut serta mengacak-acak pertahanan lawan untuk kemudian mengubah angka pada papan skor pertandingan.

Saya bukan Ronald Koeman, pria legendaris Belanda yang semasa karirnya sebagai seorang bek pernah 253 kali menyarangkan bola ke jala kiper lawan. Keberhasilan seorang pemain bertahan mencetak gol—entah itu berawal dari umpan sepak pojok, eksekusi tendangan bebas, atau apapun itu—jelas merupakan hal yang kelewat mewah pula untuk saya rasakan. Sukar bagi saya untuk menarasikan dengan bernas bagaimana emosi yang dirasakan oleh seorang pemain bertahan saat berhasil membobol gawang lawan.

Namun, tentu kita semua sepakat bahwa dengan membobol gawang lawan, setidaknya seorang pemain bertahan telah membuktikan jika dirinya bisa memainkan peran ganda; bertahan dan meyerang. Manusia-manusia ganas seperti Marco Materazzi dan Sergio Ramos berhasil membuka mata para pemuja sepakbola, bahwa peran ‘bek tengah’ bukan melulu berdiri dan menjadi tameng seorang kiper.

Kelahiran pemain-pemain berstandar ganda ini umumnya sering diingat-ingat oleh supporter suatu kesebelasan. Sebagai pendukung Arsenal, masih segar betul di ingatan saya momen ketika Laurent Koscielny berhasil menyarangkan gol perdananya di tanah Britania. Tepatnya pada laga kontra Bolton Wanderers, pertengahan September 2010. Saya masih ingat pula detik-detik ketika Thomas Vermaelen melakukan hal serupa setahun sebelumnya. Si pria Belgia bahkan melakukan itu di pertandingan debutnya tatkala Arsenal menghempaskan Everton di Goodison Park dengan skor 1-6.

Vermaelen memang sudah murtad tatkala mengikuti jejak Fabregas pindah ke Klub Catalan, musim panas 2014 lalu. Namun, perasaan berdebar yang saya rasakan saat menyaksikan keberhasilan seorang pemain bertahan menciptakan gol perdananya dengan kostum Arsenal masih juga belum luntur hingga sekarang.

nintchdbpict0002962602861-e1485102238305
Proses terjadinya gol pertama Mustafi untuk Arsenal (sumber gambar: The Sun)

Shkodran Mustafi berhasil membuat saya kembali merayakan momen serupa. Bek tengah berkebangsaan Jerman itu akhirnya menjaringkan gol perdananya di Emirates Stadium pada laga kontra Burnley, hari Minggu 22 Januari kemarin. Di laga yang berkesudahan dengan skor 2-1 untuk kemenangan Meriam London tersebut, eksekusi sepak pojok akurat Mesut Ozil berhasil ia konversi menjadi sebiji gol lewat sundulan diagonal yang lemah namun sangat presisi.

Mustafi memang tidak merayakan golnya dengan euforia berlebihan seperti halnya selebrasi tai kucing Giroud ketika merayakan satu gol wagu pada laga kontra Bournemouth, dua pekan lalu. Namun, saya hampir yakin bahwa ia merasakan kebahagiaan yang tidak biasa. Mungkin, bagi Mustafi gol itu terasa sama indahnya dengan momen ketika seorang muslim sepertinya diberi kesempatan menunaikan ibadah haji.

Haji adalah sebuah ibadah yang tidak wajib, namun menjadi wajib bagi umat muslim yang memiliki harta ‘di atas rata-rata’. Begitu pula dengan urgensi mencetak gol bagi seorang pemain bertahan, bukan hal yang wajib namun menjadi wajib untuk pesepakbola yang memiliki kemampuan ‘di atas rata-rata’ seperti Mustafi.

Selamat merayakan, Mustafi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s